Hidup Adalah Pilihan dan Harus Memilih

Ketika orang dengan segala asumsi menggap bahwa suatu pilihan adalah buruk, banyak orang yang mundur dan memilih golput(tidak memilih). Di sadari atau tidak golput adalah posisi yang paling ber­bahaya dan tidak aman, meskipun banyak orang beranggapan bahwa dengan tidak memilih adalah lebih baik dari pada memilih karena pilihan yang ditawarkan tidak baik atau bahkan buruk.

Dalam suatu filsafah dikatakan bahwa:” jika kamu pergi kearah utara, maka selatan akan iri kepadamu. Dan apabila kamu tidak ingin utara dan selatan iru padamu, kamu pergi ke arah barat. Tetapi perlu diingat bahwa, ketika kamu pergi kearah barat maka timur akan iri kepadamu. Dan akhirnya kamu memilih ditengah dan tidak beranjak dari pusat arah tesebut(utara,selatan, timur dan barat)”. )”. ketika anda sukses orang yang gagal akan iri pada anda, dan apabila anda gagal orang sukses akan tertawa sambil bertepuk tangan kepada anda. Artinya apa????? Hidup adalah penuh dengan resiko, setiap pilihan mengandung konsekuensi yang harus ditanggung oleh setiap orang yang memilih.

Lalu percayakah anda bahwa posisi ditengah (golput) adalah yang paling tidak aman????

Untuk meyakinkan anda sekalian bahwa posisi ditengah(golput) adalah posisi yang paling tidak aman, saya berikan contoh-contoh. Misalkan anda adalah seorang tokoh masyarakat dan didaerah anda ter­dapat lima buah agama(islam, kristen, hindu dan budha) beserta tempat ibadatnya. Karena tidak ingin meyinggung salah satu agama, maka anda memilih untuk tidak memilih salah satu agama(tidak beragamaatau dalam bahasa jawanya dharmo gandul). Akibatnya sangatlah fatal, anda sebagai tokoh masyarakat yang befikiran bahwa dengan tidak beragama berarti tidak menyinggung salah satu dari agama adalah suatu pemikiran yang keliru, dan malah akan menjadi bumerang yang dapat menjatuhkan anda. Dibergai event agama anda akan mendapatkan banyak sekali masalah akibat anda tidak ber­agama.

Contoh lain adalah bila anda adalah bagian dari masyarakat dan seharusnya menggunakan hak suara anda dalam pemilu. Karena saking banyaknya calek(calon legislatif) dari berbagai partai(golkar, PKS, PDI­P­­, PAN, HANURA, Demokrat)dan banyak lagi yang lain. Karena anda beranggapan golkar memiliki negatif seperti ini, PKS memilki kejelekan seperti itu, PDIP pimpinannya begitu, Hanura begono dan hura hara hiri pendapat sendiri yang lain. Akhirnya anda memilih untuk golput, akibatnya saat ada event dari salah satu partai, anda menjadi tidak terpakai dimana pun dan tidak mendapat tempat dimasyarakat. Tetapi Anehnya mereka yang golput, setelah pemimpin yang terpilih melakukan suatu kesalahan. Mereka(para golputer) ikut berbondong-bondong dengan mahasiswa, tokoh masyarakat menghakimi sang pemimpin hingga akhirnya pimpinan tersebut lengser atau bahkan mati(contoh ketua DPRD di daerah sumatra). Perlu diingat bahwa konsekwueensi orang yang tidak menggunakan hak pilih adalah “TIDAK BERHAK MENGAJUKAN PROTES TERHADAP PEMIMPIN YANG MELAKUKAN KESALAHAN”. hal ini dikarenakan ketidak-ikut sertaan dalam pemilihan adalah wujud ketidak-pedulian anda sebagai bagian dari sistem masyarakat. Jadi jika anda tidak memilih berarti anda bukan dari sistem dan tidak punya hak memprotes sitem yang ada.

(muh budi r widodo) Telp: (085655336706)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: