Memilih Pemimpin

Tak terasa PEMILU tahun 2009 sudah diambang batas. di saat seperti ini kita dihadapkan terhadap berbagai pilihan yang harus kita pilih dan tentukan pada saatnya nanti. marilah kita sebelumnya merenung bagaimana sih memilih pimpinan yang baik itu?

Tulisan ini diilhami dari ceramah yang aku dengarkan pada saat hari Raya Idul fitri 1429 H yang lalu yang secara turun temurun Insyaallah kami selalu melakukannya di lingkungan kampung kami. tepatnya di desa Gandu, Sendangtirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta, dimana disitu berdiri suatu pondok pesantren yang bernama Ibnul Qoyyim yang didirikan oleh eyang kami H.R. Hisyam Syafi’i. dan kalau tidak salah saat ini dipimpin oleh bapak KH. Drs. Sunardi Syahuri.

pada saat shalat Ied 1429 saat itu diimami dan diberikan khutbah idul fitri oleh baliau Bapak KH. Drs. Sunardi Syahuri menyampaikan pesan bahwa menghadapi tahun 2009 ini umat ISLAm akan diadudomba yang merupakan cobaan 5 tahunan, yaitu PEMILU. dimana pada ajang kampanye PEMILU saat ini banyak parpol yang ikut adu keberuntungan untuk memperebutkan kekuasaaan. karena banyakknya peserta/partai saat ini maka umat islam harusnya bertindak bijak saperti saat penyelenggaraan shalat ied ini, bersatu duduk dalam satu tempat dengan damai, saling menghrormati serta saling menjaga hubungan yang isalmi. jangan sampai dengan adanya banyak partai akan saling bersinggungan antar muslim. pesan belaiu pada saat itu tentang bagaimana memilih pemimpin yang baik antara lain :

  1. Saudara seiman seagama , tidak hanya pada saat kampanye saja kelihatan sangat beriman. jangan mengobral janji. untuk itu dari saat ini kita perlu mempersiapkan diri memilih mana sih pemimpin yang memenuhi hal tersebut. jangan sampai umat ISLAM nantinya memilih pemimpin yang malah BUKAN dari GOLONGANNYA.
  2. Menjalankan kewajibannya sebagai Umat ISLAM dengan baik. di point yang kedua ini banyak pemimpin sekarang yang beragama ISLAM atau yang mengaku ISLAM dalam menjalankan kewajibannya masih sering diindahkan. misalnya sholat, ZAkat, tuntunan dalam Alqur’an dan Hadist. Banyak kita ketahui pada saat kampanye pemilu sangat sopan, memakai kopiah, jilbab atau yang sesuai dengan tuntutan, nyatanya setelah jadi pemimpin semuanya ditinggalkan danlupa akan tuntunan  tersebut.
  3. tepat janji. disaat kampanye banyak para calon pemimpin mengobral janji-janji yang akan dilaksanakan setelah ia menjadi pimpinan, ini tak ayal lagi terjdi untuk menarik perhatian para pemilihnya. namun pada saat jadi banyak yang mengingkari janji-janji tersebut. mereka bahkan tidak ingat bagaimana pengorbanan kader2nya saat kampanye dilangsungkan, mereka banyak mengorbankan harta untuk kesuksesan yang akan diraih oleh sang calon pemimpin. bahkanmereka dengan nyawapun berani berkorban. ditingkat rakyat di setiap pemilu bahkan sering kita jumpai adannya bentrokan antar pendukung partai. namun apa yang mereka (calon pemimpin) janjikan mungkin tidak terlaksana dengan atau bahkan dibahaspun TIDAK.

namun yng terpenting bagi kita adalah pilihlan pemimpin yang seagama, seiman yaitu pemimpin ISLAM yang dapat menjadi Imam dari semua penduduk indonesia. jangan sampai kita memilih yang bukan beragama ISLAM. dan Pimpinan yang baik adalah pimpinan yang mau mendengarkan aspirasi rakyatnya. jangan hanya mengutamakan kepentingan segelintir orang saja. segala kebijakan yang diambil haruslah memperlihatkan kebijakan yang berpihak pada umatnya.

pada saat khutbah sholoat ied tersebut beliau juga memberikan contoh nyata anggota dewan yang akan melakukan perjalanan dinas ke luar jawa dan bertemu beliau pada saat transit di bandara internatioanl Soekarno-Hatta Jakarta yang secara tidak sengaja pesawat yang akan ditumpangi oleh anggota dewan dari Yogyakarta terkena delay dan harus transit sementra di Soeta. beliau menyampaiakn ada hal yang kurangterpuji yang dilakukan oleh para wakil rakyat tersebut. apa yang mereka lakukan saaat menunggu keberangkatan pesawqat tersebut? para anggota dewan tersebut duduk dilantai dengan saling bardapan tapi bukannya diskusi yang mereka lakukan tetepi main KARTU!!!! apakah ini menunjukkan perilaku dewan yang baik!!!! wah ini salah pilih dulu warga Jogja atau gimana? sambil nyantainya mereka main kartu sambil bersenda gurau….TETAPI ini tidak semuanya KOK hanya OKNUM saja yang melakukan. hal ini. TETAPI dengan ini khan yo Ngisin-isine BANGET gitu loohhh! ada secara kebetulan sahabat beliau berserta rombongan tersebut tetapi tidakikut dengan rombongan yang duduk berhadapan tersebut, dihampirioleh beliau dan disapa ” kok ra melu lungguh karo koncomu, kae”. yang disapa hanya senyum saja.  “pho yo nggono kuwi gaweanmu nang dewan, pho raono gawean liyane nggo ngurus rakyat?”.

dari tulisanlain saya sarikan sebagai berikut sebagai syarat pemimpin menurut islam!

Diantara karakteristik pemimpin islam adalah :

  1. Beriman dan bertakwa. Karena kepemimpinan itu terkait erat dengan pencapaian suatu cita-cita, kepemimpinan harus berada di dalam genggaman tangan seorang pemimpin beriman kepada Allah. Allah SWT sudah dengan tegas melarang kita mengangkat atau menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin. Firman Allah SWT: “Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi pemimpin (pelindung) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa yang berbuat demikian niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah.” (QS 3: 28).
  2. Jujur dan bermoral. Pemimpin Islami haruslah jujur baik kepada dirinya sendiri maupun kepada pengikutnya sehingga akan menjadi contoh terbaik yang sejalan antara perkataan dengan perbuatannnya. Selain itu perlu memiliki moralitas yang baik, berakhlak terpuji, teguh memegang amanah, dan tidak suka bermaksiat kepada Allah seperti korupsi, manipulasi, dusta, dan khianat.
  3. Kompeten dan berilmu pengetahuan. Seorang pemimpin yang Islami haruslah orang yang memiliki kompetensi dalam bidangnya, sehingga orang akan mengikutinya karena yakin dengan kemampuannya. Selayaknya seorang pemimpin, selain memiliki pengetahuan agama yang dalam juga mempunyai pengetahuan yang luas mencakup pengetahuan tentang administrasi kenegaraan, politik, ekonomi, sosial dan hukum. Allah SWT menggambarkan profil pemimpin seperti itu dalam Alquran: “Berkata Yusuf, ‘Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir), sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan’.” (QS 12: 55)
  4. Peduli terhadap rakyat. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan keimanan dan keselamatan bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (QS 9:128).
  5. Inspiratif. Pemimpin Islami harus mampu menciptakan rasa aman dan nyaman serta dapat menimbulkan rasa optismis terhadap pengikutnya.
  6. Sabar. Seorang pemimpin Islami haruslah mampu bersikap sabar dalam menghadapi segala macam persoalan dan keterbatasan serta tidak bertindak tergesa-gesa dalam pengambilan keputusan.
  7. Rendah hati. Seorang pemimpin Islami perlu memiliki sikap rendah hati, dengan tidak suka menampakkan kelebihannya (riya) dan menjaga agar tidak merendahkan orang lain.
  8. Musyawarah. Pemimpin yang Islami haruslah mencari dan mengutamakan cara-cara dan jalan musyawarah untuk memecahkan setiap persoalan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: