PUASA YANG SELALU DATANG DAN PERGI

Umat islam dan bulan ramadlan merupakan dua keistimewaan sekaligus yang sama sama dimiliki bangsa Indonesia.Realitas ini dapat menjadi modal utama dalam upaya memperbaikinkwalitas kehidupan bangsa oleh;Suhardi

Sebentar lagi bulan Ramadlan akan segera tiba ,tinggal menghitung hari  bulan istimewa akan segera datang.Marhaban yaa Ramadlan marhaban yaa…ramadlan kalimat ini bergema di seantero negeri ini.Di Masjid,musolla,bahkan dijalan raya sekalipun,terbentang tulisan ‘SELAMAT DATANG BULAN SUCI RAMADLAN’.

Menurut umat islam bulan ramadlan akan segera datang dan tinggal menghitung hari bulan istimewa akan segera tiba marhaban yaa ramadlan. Ucapan ini terdengar diseantero negeri ini, di masjid, di musholla atau jalan raya sekaligus terbentang tulisan Selamat Datang Bulan Suci Ramadlan.

Menurut umat islam Bulan Ramadlan adalah bulan suci dan bulan istimewa. Dalam bulan yang penuh berkah, penuh rahmat dan ampunan serta bulan pembebasan dari api neraka.

Umat Islam

Umat Islam adalah umat yang sangat istimewa bagi bangsa ini (bangsa Indonesia). Umat islam mencapai lebih dari 87% dari populasi penduduk negeri ini. Artinya kontribusi dalam pembangunan bangsa juga luar biasa. Dalam perlawanan mengusir penjajah umat islam telah terbukti berada dibaris terdepan, hingga saat memproklamirkan Indonesia merdeka umat Islam berada di baris depan. Jumlah korban meninggal dan menjdi kusuma bangsa juga umat islam paling terbanyak tentunya. Maka umat Islam yang menjadi mayoritas birokrasi setelah Indonesia membangun dalam mengisi cita-cita bangsa ini. Umat Islam menjadi istimewa di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, karena jumlahnya mayoritas sehingga mulai ide, perencana serta pelaksana pembangunan, sekaligus yang menikmati hasi pembangunan umat Islam adalah mayoritas.

Bulan Ramadlan

Bulan Ramadlan menurut umta Islam adalah bulan suci dan bulan istimewa, karena bulan Ramadlan adalah salah satu dari 5 (lima) rukun Islam. Umat Islam belum sempurna Islamnhya jika belum sanggup jika belum menjalani Puasa Ramadlan, bahkan umat Islam yang belum sanggup berpuasa di kategorikan umat yang belum beriman. Ramadlan merupakan bulan istimewa bagi Bangsa Indonesia.

Indonesia ini semua sepakat bukan Negara Islam yaitu Negara yang memiliki Ideologi Pancasila, yang merupakan Dasar Negara. Tetapi seluruh penduduk bumi ini paham bahwa Indonesia adalah Negara berpenduduk muslim terbsesar di Dunia. Fenomena itulah yang menjadikan bulan Ramadlan merupakan bulan istimewa bagi bangsa Indonesia, karena bulan yang di muliakan mayoritaas Bangsa ini.

Bulan puasa dan pembangunan ekonomi bangsa Indonesia. Bangsa ini harus bisa mengambil hukmah dan pelajaran dalam pelaksanaan ibadah Ramadlan ini saat sebagai momentum membangkitkan pembangunan ekonomi, yang memiliki cakupan lebih luas; dalam bulan Ramadlan ini saatnya semua elemen bangsa ini untuk muhasabah, melakukan refleksi atau pencerminan. Ramadlan adalah bulan penuh berkah, bangsa ini di dorong untuk berbuat seuatu sekecil apapun yang memiliki manfaat kepada orang lain. Di dalam bulan Ramadlan ini kita lupaka egoisme, ketamakan, sifat-sifat kekurangan dan memahami kekurangan yang dialami orang lain. Dengan perbuatan  baik itu akan membawa berkah pada diri umat muslim ini, Bulan Ramadlan adalah bulan penuh rahmat (Kasih sayang) maka dengan datang bulan Ramadlan ini, kita sudahi kesalahpahaman, permusuhan antar kelompok, antar suku dan antar golongan. Kita bangun kasih sayang dan persaudaraan. Bulan Ramadlan ini merupakan titik awal untuk kita sadari bahwa bangsa ini adalah paying besar yang menyediaakan tempat berteduh semua faham dan golongan. Islam juga merupakan paying besar yang tidak membatasi umat manusia berteduh di bawah naungannya. Bahkan non muslim sekalipun tidak dilarang  menikmati Rahmatan lil Alamin yang di memiliki Islam. Bulan Ramadlan adalah bulan ampunan. Bangsa ini bukan bangsa pendendam. Allah juga maha pengampun jika kita menyadari dan sungguh-sungguh mengakui kesalahan yang pernah kita lakukan di masa lalu dan membuka lembaran baru pasti Allah mengampuni semua dosa-dosa kita. Allah berjanji akan membebaskan kita dari sentuhan api neraka.

Pembelajaran di Bulan Ramadlan

Semua esensi kehidupan ini di ajarkan pada pelaksanaan ibadah puasa, kita awali dari aspek sosial. Dengan pembelajaran tidak makan, tidak minum bagi umat islam memiliki arti penting untuk peduli terhadap kaum duafa yang sehari-hari tidak ada yang dimakan. Sehingga timbul toleransi bagi yang kaya terhadap yang miskin. Dari segi pembelajarad disiplin waktu, orang berpuasa sangat menhargai waktu, umat islam makan tepat pada waktunya, menghentikan makan juga tepat pada waktunya. Jika di implementasikan terhadap etos kerja pembelajaran ini akan meningkatkan produktifitas kerja yang luar biasa. Dari aspek kejujuran orang berpuasa adalah pembelajaran kejujuran karena ibadah ini merupakan ibadah pribadi yang tidak mungkin orang lain bias menilai. Orang tidak berpuasa akan terlihat sama dengan orang-orang berpuasa tetapi yang membedakan adalah taqwanya terhadap Allah SWT. Orang yang berpuasa tidak memakan makanan yang semestinya halal karena perintah Allah, apalagi yang haram. Suami istri yang halal ditinggalkan begitu saja karena perintah Allah, makanan lezat tersedia juga tidak dimakan menunggu waktu yang di bolehkan Allah.

Kemanfaatan terhadap Bangsa ini

Jika semua pelajaran (iktibar), dalam ibadah Ramadlan ini bias di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari maka bangsa ini tidak terlalu lama kemakmuran akan terwujud. Yaitu kepekaan sosial dan kesemuanya itu sangat di butuhkan dalam membangun bangsa ini. Tetapi yang menjadi persoalan bulan Ramadlan ini setiap tahun datang tetapi juga setiap tahun berlalu begitu saja tanpa bekas. Masjid masjid ramai pada saatnya saja, tepat waktu hanya saat makan dan minum saja di Bulan Ramadlan tetapi pesan yang tersirat tidak pernah membekas. Artinya penggemblengan umat Islam sebulan di setiap tahun ibarat hangat-hangat tahi ayam belaka. Untuk mendorong umat agar mampu mengambil hikmah ibadah Ramadlan ini setidaknya dua hal yang harus segera di prakarsai Pemerintah :

Pertama : Memfasilitasi pembangunan di sektor Agama yang lebih komperhensif dan terencana, kita mulai kurikulum tingkat pendidikan dasar hingga perguruan tinggi harus segera disempurnakan. Menghilangkan dikotomi pembelajaran agama di sekolah negeri dan swasta, pembelajaran agama di sekolah Kemenag dan Kemendiknas, mengevaluasi tenaga kependidikan dan pendidik yang memiliki integritas yang memiliki kompetensi yang memadai, serta pembiayaan pengembangan pendidikan Agama yang terintegrasi antara Kemenag dan Kemendiknas. Sehingga semua anak bangsa mendapatkan dosis yang sama biarpun berada pada lembaga yang berbeda.

Kedua : Pemerintah kiranya segera mengurai benang kusut antara Pancasila. Sebagai falsafah bangsa dan Agama sebagai pedoman hidup umat. Bangsa ini sudah terlalu lama terbelenggu oleh dikotomi antara faham yang mengagungkan Pancasila sebagai falsfah dan ideology bangsa, dan selalu buruk sangka kepada orang lain yang berpegang teguh pada keyakinan Agama mereka, dengan tidak ada rasa sungkan dan malu mereka mengatakan kelompok ekstrim kanan yang membahayakan Ngera. Disisi lain bagi mereka yang merasa meyakini Agama yang dianut menganggap orang lain kufur, menolak menghormat bendera dan sebagainya. Pertentangan ini kiranya harus segera di sudahi, dan dicari titik temu yang konstruktif. Nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila dan nilai-nilai Agama adalah sama sekali tidak ditemukan unsur-unsur yang kontra produktif.

Pemerintah perlu mereorientasi kembali Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Kepres, Inpres, maupun Kepmen yang memberangus umat beragama, maupun yang bertentangan dengan keyakina umat beragama. Perlu dievaluasi Bangsa ini ini telah mewarisi budaya leluhur yang akhirnya di kemas menjadi Filosofi Pancasila, ternyata dengan mudah menerima paradigm baru yang berwujud Islam dan menjadi Agama mayoritas bangsa ini, artinya bangsa ini telah lama memahami antara Filosofi Pancasila sebagai jiwa leluhur tidak bertentangan dengan Islam yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Atau jika kita balikislam sama sekali tidak bertentangan dengan falsafah Bangsa.

Pertentangan yang menghambat kemajuan Bangsa. Pertentangan ntara nasional bagi mereka yang megaku nasionalis dan mereka yang religius telah menjadi sesuatu yang akut dan berkepanjangan. Sehingga ada istilah bagi orang yang religius itu bukan nasionalis, padahal semua bangsa ini mengetahui pejuang-pejuang islam yang mengusir penjajah masih tetap di cap tidak nasionalis. Pencitraan nasionalis dan agamis yang sengaja di buat berhadapan, mengakibatkan bangsa ini setengah-setengah untuk memahami Agama yang mereka yakini. Banyak tokoh Agama sengaja mengambang hanya sekedar ingin memperoleh dukungan untuk menjadi Kepala Desa, atau Wakil Rakyat misalnya. Karena mereka takut tidak terpilih kalau terlihat taat beragama. Fenomena ini entah siapa yang menciptakan tetapi mendarah daging bagi bangsa ini. Untuk mengakhiri paradigma ini tentu Pemerintah yang harus segera mengambil inisiatif menghentikan adu domba antar umat Islam dengan umat Islam sendiri dan kaum yang mengkalim nasionalis dengan bangsa Indonesia yang telah memeluk Islam dengan serius. Melalui pesan Ramadlan ini mari kita muhasabah sehingga bulan suci nan penuh berkah ini tidak berlalu begitu saja. Bangsa ini sudah terlalu lama bermimpi mewujudkan Negara yang sejahtera, adil makmur dan merata yang di Ridhoi Allah SWT. Sebagai mana janji Allah dan firmanNya. “Maka mengabdilah kepada Tuhanmu yang memiliki Ka’baitullah tentu kamu semua tidak akan kelaparan” dengan tulisan ini mudah-mudahan bias membantu membuka hati pemimpin bangsa ini mulai dari paling bawah hingga paling atas dan semoga negeri ini segera memperoleh kemakmuran. .Bulan puasa yang sebentar lagi tiba dapat berfungsi sebagai penbelajaran dan pembentukan karakter seperti tujuan Allah mewajibkan puasa adalah agar kita naik kelas menjadi manusia yang bertaqwa,Membentuk manusia yang bertaqwa melalui puasa ini diharapkan banyak pihak sebagai awal menciptakan SDM yang amanah jujur ,disiplin,dan memiliki kepekaan .Jika ibadah ini selesai tanpa adanya perubahan positif artinya ;pembelajaran ini berlalu begitu saja tanpa bekas.mudah nudahan bulan penuh hikmah ini benar benar mengandung hikmah bagi bangsa ini amien’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: