GEMERLAP RAMADHAN DAN PEMBELAJARAN UMAT MANUSIA

Oleh : Drs. SUHARDI, MM.

 Saat ramadhan tiba semua elemen menjadi sibuk. Kyai, Dai, Presenter hingga pedagang kaki lima. Mereka mendapat jatahnya masing – masing. Juru dakwah sibuk dengan ordernya. Pedagang kaki lima sibuk dengan pernak – pernik dan makanan khas ramadhan. Setelah selesai ramadhan seakan segalanya terhenti tanpa bekas.

Kesalahan fatal yang terjadi adalah cara pandang umat islam sendiri terhadap ramadhan. Semua ulama sepakat bahwa ramadhan adalah bulan berkat, bulan rahmat dan bulan ampunan, sehingga tidak sedikit pendakwah yang mengupas ramadhan tiada habis – habisnya. Bahkan tidak sedikit mengintroduksi hadits yang tidak sahih sekalipun dan diucapkan berkali – kali

Banyak ulama yang lupa bahwa ramadhan adalah bagian dari khasanah keislaman yang jauh lebih besar dan komplit.

Artinya datangnya ramadhan harus dimaknai pembelajaran umat secara menyeluruh, muballigh harus memberikan tausiyah kepada umat secara lengkap dan tidak sepotong – sepotong.

Islam di bangun atas dasar lima komponen mulai dari syahadat, sholat, zakat, puasa dan haji. Masyarakat harus mampu memahami bahwa puasa adalah salah satu dari yang lima itu yang selalu menyatu dan tidak bisa saling meniadakan.

Jika bulan ramadhan adalah bulan ampunan tentu harus jelas mereka yang mendapat ampunan adalah mereka yang secara esensi syahadatnya baik, shalatnya didirikan, zakatnya dipenuhi.

Jika puasa adalah ibadah jiwa, maka umat islam harus mengerti bahwa syahadat merupakan pondasi, dan sholat merupakan tiang agama serta zakat yang berwujud ibadah harta, merupakan kesatuan utuh yang tidak bisa dipisah-pisahkan.

Umat Islam juga harus mengerti bahwa. Ibadah haji juga merupakan gabungan dari ibadah hati, fisik, harta dan jiwa. Haji yang diwajibkan satu kali seumur hidup. Itupun dengan syarat yang memiliki kemampuan.

Pembelajaran dari ibadah puasa

Pertama: Puasa diwajibkan bagi orang yang beriman baik umat Islam maupun umat sebelumnya. Perintah ini memiliki nilai tersendiri, yaitu seruan terhadap orang beriman. Artinya Allah mewajibkan berpuasa bagi orang yang beriman. Boleh jadi mereka Islam tetapi tidak sanggup berpuasa, karena kadar keimanan mereka.

Kedua: Ada fenomena lain, misalnya mereka rajin berpuasa tetapi shalatnya belum dilakukan. Ada yang umum dilakukan umat Islam adalah Ibadah Zakat. Sekalipun mereka shalat, puasa penuh sebulan, untuk zakat ini menjadi amalan yang amat sulit dan berat.

Tugas Da’I yang amat berat adalah memberikan pemahaman secara menyeluruh terhadap umat Islam. Selagi bulan puasa, sehingga umat ini semakin banyak yang memahami dan mengamalkan Islam secara menyeluruh.

Ketiga: Puasa Ramandhan adalah pembelajaran tentang kejujuran, kedisiplinan, dan kepekaan social.

Kejujuran: Puasa adalah ibadah rohani atau ibadah jiwa, pahalanya malaikat pun tidak mengetahui. Nabi bersabda dalam hadits hudsi yang artinya : Puasa adalah milikku (Allah) dan Allah pula yang akan member pahala. Dalam ibadah ini kejujuran menjadi ukuran yang luar biasa, bakal jadi didepan umum mereka mengaku berpuasa tapi di rumah ia makan minum sepuasnya. Bagi orang – orang beriman kali ini tidak mungkin dilakukan mengingat mereka merasa diawasi oleh Allah SWT. Kejujuran yang terasa mahal dan sulit ditemukan ternyata bisa dibangun melalui ibadah puasa.

Kedisiplinan orang yang berpuasa sangatlah disiplin waktu, satu menit saja bagi orang yang berpuasa sangat penting dan di tepati.

Kepekaan sosial: Ibadah puasa secara riil dan yang dipahami umat secara awam adalah menahan lapar dan dahaga serta sahwat. Namun menahan lapar kurang lebih 14 jam ternyata tidak semua orang memiliki kemampuan. Berpuasa sehari terasa amat berat, sehingga bagi umat Islam puasa memiliki arti penting dalam mengasahkepekaan. Betapa berat menahan lapar dan dahaga sehari Karena berpuasa, bagaimana jika banyak umat yang kelaparan karena kemiskinan.

            Bagi umat Islam puasa memiliki arti penting terhadap pembelajaran emosi, kepekaan social dan mengurangi nafsu keserakahan. Tetapi iktibar ini selalu hilang bersama berlalunya Ramandhan.

            Alhasil pembelajaran melalui Ramandhan terasa terlalu singkat dan belum mampu memadamkan membaranya nafsu duniawi umat manusia. Setelah Ramandhan berlalu kemungkaran kembali seperti sediakala, kemaksiatan tetap meraja lela. Kejujuran kembali sirna, disiplin juga tak ada.

Ramadhan gemerlap atau pembelajaran

            Jika ramadhan tiba semua bergerak seolah bangsa ini telah berubah dan bertaubat kembali kejalan Allah. Ulama, pemimpin, gemuruh menggelorakan istigfar. Rakyat yang papa terhibur harapan akan adanya keadilan dan kejujujuran segera tiba.

            Dari tahun ketahun harapan itu tak kunjung tiba. Datangnya ramadhan hanya gemerlap belaka. Datang dan pergi tanpa bekas. Korupsi kembali lagi. Kebohongan tak pernah selesai. Kedzaliman dan kedzaliman semakin menjadi – jadi.

            Jika suatu Negeri ingin tenteram, makmur, aman dan damai maka Nabi kita Muhammad SAW member syarat – syarat :

  1. Dengan ilmunya ulama (orang – orang pintar)
  2. Pemimpin yang adil
  3. Kepedulian orang yang kaya terhadap yang miskin
  4. Doa orang – orang miskin dan masih di tambah para pekerja/pegawai yang disiplin dalam pekerjaannya.

Syarat – syarat tersebut seluruhnya termuat dalam pembelajaran puasa. Maka bagi umat islam yang mengambil himkah puasa ini sebagai pembelajaran mewujudkan kemakmuran, kedamaian dan kesejahteraan bukan suatu yang ayal dan sulit.

Mudah – mudahan semua umat islam dapat mengambil pelajaran, puasa bukan berdiri sendiri, dan puasa juga tidak berhenti berlalunya bulan ramadhan. Marilah kita tanamkan dihati kita sekuat mungkin hikmah Ramadhan sampai kapanpun dan semoga kita bisa kembali kejalan Allah SWT. Amiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: