RAMADHAN BULAN PEMIMPIN

            Saat ramadhan tiba, umat islam mendapatkan curahan berkat, rahmat dan ampunan yang luar biasa. Jika kesempatan ini dimanfaatkan sebagai refleksi introspeksi dan mengharap ridho Allah SWT, maka bulan ramadhan akan berfungsi sebagai bulan (TOT) Training Of Trainer. Sehingga usai ramadhan begitu banyak trainer-trainer bersertifikat yang siap mengubah wajah dunia yang tidak pasti lebih menjanjikan. Wajah yang penuh prahara menjadi penuh kasih sayang, dunia yang penuh kecurangan berbalik menjadi penuh kejujuran.

            Sertifikat ramadhan yang luar biasa karena tidak sekedar penghargaan lembaga atau pemimpin melainkan sertifikat dari Allah SWT. Gelar takwa yang dicapai oleh umat yang sukses menempuh training sebulan penuh merupakan gelar tertinggi di hadapan Allah. Siapapun yang menyandang gelar ini mereka berhak tinggal di surga Allah yang seluas langit dan bumi.

            Para ulama telah sepakat bahwa ramadhan merupakan bulan yang paling mulia, pemimpin dari segenap bulan. Amalan di bulan ramadhan juga luar biasa di bandingkan dengan amalan dibulan biasa. Karena ramadhan merupakan bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan.esensi ramadhan jika umat islam lebih banyak muhasabah/introspeksi sebenarnya bulan ramadhan merupakan cara Allah, menggugah hati manusia yang selama ini penuh dengan keserakahan terbelenggu kegelapan atau kedzaliman dengki dan segalanya. Maka dengan datangya ramadhan bersegeralah menyudahi, kita buka lembaran baru karena di sadari atau tidak manusia pasti kembali kehadirat Allah SWT. Tetapi yang terjadi dengan kemurahan Allah SWT dengan datangya ampunan, justru banyak disalah manfaatkan oleh umat manusia. Manusia bukan terpanggil untuk kembali kehabitat kebajikan dan menyudahi kedzaliman. Tetapi lebih kepada uforia sesaat dan kembali kumat.

            Dalam Al Qur’an suart Ali Imron ayat 134 yang artinya : Orang yang bertakwa kepada Allah SWT itu, ketika melakukan perbuatan yang keji dan terjerumus pada kedzaliman (kegelapan) ia segera ingat kepada Allah SWT karena tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Allah SWT, dan tidak akan mengulangi (artinya menghentikan) perbuatannya yaitu bagi mereka yang mengetahui.

 Ramadhan bulan pemimpin  

            Jika beribadah pahalanya luar biasa tentu jika melakukan dosa akan memperluas nilai yang berbeda pula dengan buan selain ramadhan. Maka bulan ramadhan akan lebih banyak bersinggungan terhadap khalifah di muka bumi ini. Allah menciptakan manusia di muka bumi ini sebagai khalifah, sehingga kewajiban puasa tidak hanya kepada kita melainkan orang sebelum kita. Jika semua umat manusia adalah pemimpin, maka pemimpin yang secara spesifik memiliki kedudukan  tentu akan lebih istimewa, sehingga ada sebuah hadits shahih menjelaskan di saat manusia berkumpul di padang mahsar tidak ada naungan apapun kecuali naungan dari Allah SWT. Ad tujuh golongan yang mendapat pengecualian dan mendapat naungan dari Allah SWT. Salah satu diantaranya adalah pemimpin yang adil.

            Di era sekarang ini di seluruh penjuru bumi manusia menjerit merindukan pemimpin yang adil seakan telah pupus. Kemungkaran, kedzaliman, korupsi serta menyalah gunakan wewenang seakan manjadi hal yang biasa. Maka dengan ramadhan merupakan bulan terbukanya hati pemimpin. Sebesar dan seluas apapun harta dan kekuasaan suatu saat pasti di pertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Perut kita hanya cukup sepiring nasi kenapa kita tidak cukup dengan segudang beras. Baju kita hany abutuh tiga meter kain, kenapa kita tidak cukup dengan segudang kain. Apakah kita butuh dunia ini untuk memenuhi perut ini. Masih banyak manusia yang hanya memenuhi perutnya dengan makan. Seadanya tetapi banyak pemimpin yang tidak cukup dengan memakan seribu pulau.

            Kenapa kita memandang bulan puasa adalah bulan pemimpin. Kita mencoba mengetuk pintu hati para pemimpin, jutawan telah mengumpulkan dana dan kekuasaan tanpa kenyang. Itu tidak sebanding dengan dengan nikmat Allah SWT di hari kemudian, dengan ramadhan ini semua bersegera untuk kembali muhasabah dan bertaubat siapa tahu dihari kiamat termasuk yang mendapat naungan dari Allah di saat semua manusia menahan panas tanpa naungan. Amin

Drs. Suhardi, M.Pd

Kepala SMP N 1 Parengan Tuban

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: