KEJUJURAN, KEADILAN, DAN KEBAJIKAN DALAM SEMANGAT RAMADHAN

Oleh : Drs. Suhardi, M.Pd

Kepala SMP N 1 Parengan – Tuban

                                               

             Nabi Kita Muhammad SAW, pembawa risalah islam sebelum resmi mendapat gelar Nabi dan Rasul, beliau mendapat gelar “Al-Amin” yaitu orang yang jujur. Sejak belia Muhammad SAW mengembangkan sikap dan perilaku kejujuran. Sehingga bangsa Quraisymemberi gelar “Al-Amin” dengan kejujuran Muhammad mampu menarik simpati semua kalangan masyarakat.

            Jaman terus berputar waktu terus berlalu masa kenabian telah berusia 1432 tahun. Tetapi risalah islam tak pernah pudar bahkan telah merambah keseluruh bumi, ke semua suku bangsa. Tetapi semangat dan ruh kejujuran semakin hari semakin langka. Yang ditandai banyaknya umat yang tidak amanah, pemimpin tidak amanah, rakyat jelata juga tidak amanah.

            Di bulan ramadhan yang penuh berkah ini umat manusia di sentuh hatinya betapa pentingnya amanah (kejujuran) dalam berbagai sendi kehidupan. Keadilan yang kita impikan tidak mungkin bisa terwujud, jika tidak diawali dengan sikap dan perilaku kejujuran. Orang yang berpuasa pasti menyadari betapa pentingnya nilai-nilai kejujuran. Puasa yang dilakukan umat manusia hanya mengandalkan dasar keimanan keyakinan atau kejujuran. Bisa jadi mereka didepan umum mengaku puasa, tetapi di rumah makan minum sepuasnya. Tetapi ini tidak terjadi karena keyakinan dan kejujuran. Orang yang jujur hanya merasa diawasi dan bertanggungjawab kepada Allah SWT. Orang yang berpuasa tidak perlu diawasi polisi, jaksa atau petugas KPK. Artinya puasa ramadhan merupakan pilar utama dalam melatih kejujuran.

Keadilan

Dalam Al-Qur’an tausiyah kejujuran dan keadilan menjadi satu rangkaian yang menyatu. (Q.S 4 Ayat 59) yang artinya sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kamu semua untuk selalu menyapaikan amanah kepada yang berhak dan ketika kamu dipercaya untuk memutuskan atau menghianati di antara umat manusia hendaklah memutuskan dengan adil. Artinya keadilan tidak akan terwujud tanpa adanya kejujuran (Amanah).

            Gejolak yang terjadi di berbagai belahan bumi ini penyebab utama adalah hilangnya rasa keadilan, hilangnya rasa keadilan disebabkan adanya penghianatan. Jika pemimpin telah berhianat terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Pemimpin hanya berorientasi pelanggengan kekuasaan maka keadilan akan sirna bersama dengan berjalannya waktu. Untuk membangunkan nurani yang lagi tidur dan terbuai oleh gemerlapnya dunia, puasa merupakan sarana penting bagi umat manusia. Dengan puasa manusia sadar bahwa perut kita hanya butuh sepiring nasi jika kita memiliki segudang beras tentu tidak semua kita masukkan keperut ini. Dengan puasa manusia sadar betapa perut ini tidak diisi selama kurang lebih empat belas jam terasa begitu berat. Sementara kawan kita, tetangga kita, rakyat masih banyak yang belum mampu membeli makanan yang cukup untuk sekedar makan. Dengan ramadhan ini kita bangun kembali nilai-nilai kejujuran selama ini hilang di telan bumi.

Menuju Kebajikan (Ihsan)

Kata “Muhsinin” dalam Al-Qur’an di ulang hingga 18 kali (ihsan). Allah sangat suka terhadap manusia yang ihsan.

Manusia tidak akan mampu melakukan perbuatan ihsan jika tidak memiliki basis kejujuran dan keadilan. Ihsan setingkat lebih tinggi dari keadilan. Adil adalah menuntut adanya kesimbangan hak dan kewajiban. Tetapi ihsan lebih banyak melaksanakan kewajiban dari pada sekedar menuntut haknya.

Artinya puasa ramadhan tidak sekedar melaksanakan ibadah wajib, melainkan harus mampu mengurai benang kusut yang mewabah penduduk bumi. Kejujuran yang telah berubah menjadi barang langka dapat ditemukan kembali. Diawali perilaku jujur insyaallah akan berbuah pada keadilan. Manusia yang telah memiliki kemampuan untuk berbuat jujur dan adil diharapkan berbuah kebajikan dalam khsanah kehidupan. Baik dalam keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara. Bahkan membawa kasih sayang di muka bumi. Marilah kita umat islam terus ikhtiar mewujudkan kejujuran, keadilan dan kebajikan bagi umat manusia. Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: