INSENTIF TERHADAP PETANI BISA MEMACU PEMERATAAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

 Drs. Suhardi, M.Pd

 
Image and video hosting by TinyPicBangsa ini telah Mrdeka 66 Tahun yang lalu artinya secara kuantitatif Bangsa ini telah memasuki usia kematangan. Usia 66 tahun   yang   telah  mengalami   pasang   surut di   bidang politik, dan social budaya. Masalah kemiskinan menjadi pusat persoalan yang tak pernah ada solusinya.

 Pemerintah dengan berbagai upaya dan jurus – jurus yang diterapkan pada akhirnya memperoleh hasil yang kurang memuaskan. Presiden telah berganti enam kali, cabinet ekuin telah berkali – kali diadakan pergantian tapi hasilnya sama. yang namanya kemisikinan tetap ada dan tak pernah selesai. Pemerintah boleh saja berbangga dengan peningakatan angka – angka. Pertumbuhan ekonomi terus menunjukkan peningkatan, tetapi peningkatan itu hanya di nikmati sekelompok kecil, sedangkan masyarakat secara mayoritas tidak memperoleh perbaikan. Sebagaimana  laporan angka tersebut. Upaya pemerintah memang serius untuk mengurangi kemisikinan. Tetapi lagi – lagi salah arah, subsidi yang di gelontorkan pemerintah melalui BBM justru dinikmati kalangan menengah keatas. Masyarakat hanya butuh bensin seliter/minggu. Sedangkan konglomerat membutuhkan lebih dari 50 liter perhari. Subsidi melalui kesehatan ternyata banyak manipulasi terbukti banyak kaum duafa tidak dapat berobat. Subsidi melalui melalui pendidikan ternyata hanya sebatas SMP, padahal sekolah pada tingkat tersebut belum banyak membutuhkan dana besar. Sementara di perguruan tinggi (PTN)biaya pendidikannya sangat mahal. Bidik misi yang diprogramkan Kemendiknas hanya sebatas pelipur lara. Artinya program tersebut terlalu kecil dan belum signifikan. Subsidi melalui pupuk juga sarat dengan permainan – permainan orang tertentu.

Insentif Petani

Petani yang mulai mengendor bukan hanya berdmpak kemiskinan terhadap dirinya sendiri, melainkan juga memilki pengaruh yang sangat luar bias. Petani yang kurang me guntungkan berakibat urbanisasi, generasi muda tidak tertarik dengan dunia pertanian. Padahal saat Negara ini ditimpa krisis ekonomi,  ernukti sekitar pertanian dan UKM yang paling berjasa menyangga gejolak krisis. Andai Negara ini diembargo sepuluh tahun diyakini sekitar pertanian yang mampu bertahan.

Selama berpuluh – puluh tahun pemerintah selalu berfikir insentif patut diberikan ekpantier, kalangan industri. Berapa banyak uang Negara yang hilang digunakan untuk menyelamatkan perbankan malalui BLBI. Berapa banyak uang yang digunakan untuk menyelamatkan Bank Century. Berapa kontribusi terhadap pengentasankemisikinan. Mengapa pemerintah tidak merubah haluan dengan member insentif kepada petani.

Insentif terhadap petani tidak berupa BLT yang mengandung mudharat lebih besar karena bantuan tidak ikhlas. Insentif tidak juga berbetuk Raskin yang justru menciptakan perilaku negative masyarakat. Insentif melalui subsidi pupuk sangat rentan terhadap korupsi. Pilihan insetif yang paling tepat untuk petani adalah membuat petani mendapat keuntungan melalui beococok tanam. Pemerintah harus mampu menciptakan pasar terhadap produk pertanian artinya pemerinah mau dan mampu membeli semua produk pertanian.

 Fenomena yang terjadi selama ini adalah : Petani kesulitan menjual produk saat mereka panen sehingga harus di jual dengan harga mahal sangat sulit. Jika bangsa ini 80% merupakan petani seharusnya keuangan Negara minimal 30% untuk sector pertanian.

Petani tidak butuh pemberian secara cuma – cuma alias gratis, tetapi cukup difasilitasi. Pemerintah melalui Menko Perekonomian dengan enteng mengatakan jika stok beras kurang pemerintah telah menyiapkan beras impor. Dana untuk impor masih tersedia, butuh gula import, butuh kedelai import dan  lain sebagainya.

Indonesia lima kali lebih besar dari jepang tetapi impor beras dari jepang. Import dari Vietnam, dari Thailand, dan tempat yang lainnya. Kenapa tidak mendorong peningkatan produksi dalam negeri. Pemerintah bisa member insentif dengan   membeli beras dua ribu lebih mahal, kemudian masyarakat bisa memperoleh keuntungan. Beras di jual keseluruh penduduk  tanpa kecuali sehingga tidak terjadi manipulasi seperti raskin. Yang mestinya tidak berhak harus minta jatah.

Negara ini memiliki lahan berjuta hektar pertanian tetapi jagung justru luput. Sehingga naïf pemerintah rela mengeluarkan dana lebih dari 600 triliun untuk mereka yang tidak lebih dari 100 orang, tetapi petanuta orang. tetapi  yang jumlahnya mencapai 160 juta orangm APBN untuk sector pertanian tidak lebih dari 20 Triliun.

 Agrobisnis dan Agro pertanian

Jika selama ini pemerintah Gigih untuk membangun industry dan pertambangan, maka saatnya sekarang kementrian meningkatkan industri dan bisnis bidang pertanian.

Pemerintah harus mengawali eksport hasil pertanian, dengan peningkatan hasil pertanian masyarakat dapat insentif dari kenaikan harga. Dengan agro industri generasi muda memperoleh kesempatan kerja, sehingga memiliki daya beli. Insentif yang diberikan petani akan menggerakan nadi perekonomian secara menyeluruh dan merata. Subsidi yang diberikan pemerintah dalam bentuk apapun selalu dimanipulasi. Kita juga masih ingat ketika menteri koperasi Adi Sasono dengan program revitalisasi koperasi juga dimanipulasi. Yang luar biasa ketika Koperasi yang dicanangakan Moh Hatta sehingga tersurat dalam UUD 1945 Pasal 33 hanya membuat pendiri bangsa itu menyesal dan menangis. Mengapa masyarakat tidak mampu mengimpilkasikan niat baik tersebut. Koperasi yang setiap waktu dipublikasikan dengan kehebatannya itu ternyata jauh dari realitas. Alhasil kalau subsidi salah alamt, BLBI justru membuat Negara melaratkesehatan dan pendidikan juga belum tepat, apalagi kopersi yang hanya kedok belaka. Sekarang petani harus di hargai dengan cara pemberian insetif, jangan biasakan rakyat menerima gratis, yang memiliki dampak buruk. Tetapi berikan fasilitas dan pekerjaan. Ciptakan pasar harga jual yang memadai dan giatkan agro industri, setiap inpart, dan galakkan eksport barang setengah jadi dan barang jadi. Pejabat public hentikan retotika dengan tingkat etos kerja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: