IMAN

Image and video hosting by TinyPic

Iman merupakan nikmat Tuhan yang sulit untuk digambarkan, diceritakan lebih-lebih ditularkan kepada orang lain. Kenikmatan iman hanya dapat dirasakan oleh pemilik iman itu sendiri. Iman tidak selalu muncul pada diri seseorang yang memilki banyak pengetahuan, karena pengetahuan yang luas itu hanya berfungsi mempercepat memperoleh keimanan itu, sehingga boleh jadi yang tidak banyak tahu memiliki keimanan yang lebih kuat dari pada yang lebih tahu. Para pakar sepakat bahwa Iman itu pembenaran oleh hati, bukan pembenaran oleh Akal, hati kita dapat mersakan/membenarkan dua hal berbeda semisal menampung benci sekaligus cinta disaat yang bersamaan, meskipun dua hal ini memang pada dasarnya berbeda, namun sama. lain halnya dengan akal, dia (akal) hanya bisa menempatkan satu hal pada waktu tertentu, dita tidak dapat memanage cinta sekaligus benci seperti hanlnya hati. Hal ini lah yang membuat para pakar menyetujui bahwa iman adalah pembenaran hati, bukan pembenaran oleh akal.
Pernah diriwayatkan tentang dialog singkat antara nabi Muhammad dengan malaikat Jibril…ketika itu Jibril yang bewujud manusia datang kepada nabi dan sahabat, kemudia bertanya…..Wahai Rosullulloh, apa itu iman?, Kemudian Nabi menjawab, Iman Kepada Alloh, Iman kepada Malaikat Alloh, Iman Kepada Kitab-Kitab Alloh, Iman Kepada Rosul Alloh, Iman kepada Hari Kiamat, Iman Kepada Takdir Alloh…..dan seterusnya…, Kendati hal-hal menyangkut iman telah dijawab oleh nabi, tetepi definisi iman sendiri masih  sulit diungkapkan….
Para pakar menggambarkan definisi Iman seperti, seseorang yang mendayung perahu kecil di tengah samudra yang luas, pada saat itu seseorang khawatir, takut, cemas kalau-kalau dia tidak dapat mencapai pulau harapan, tetapi disaat yang sama dia terus berusaha mendayung  prahu kecil itu, demikian lah iman menutur pandangan para pakar…seseorang yang beriman senantiasa berusaha mencapai tujuannya, terus memperbaiki dirinya, kendati ada perasaan khawatir yang mendalam kalau-kalau ia tidak sampai, dan tenggelam seperti si-pendayung perahu di samudra tadi. Suatu hal yang wajar khawatir, dengan keimanan kita pernah juga diriwayatkan tentang kisah nabi Musa dan kekhawatirnya…
Nabi musa pernah meminta kepada Alloh, Wahai tuhanku tunjukkanlah padaku caramu menghidupkan burung yang mati ini. Kemudia Alloh menjadwab,” Apakah kamu tidak beriman?”, sungguh tidak, hanya supaya aku lebih tenang. Demikianlah dialog singkat Nabi Musa dengan Alloh.
Iman sedemikian susah diungkapkan, dan tentu saja memiliki tingkatan-tingkatan, ada ilmu yakin, ada ainul yakin, dan ada haq yakin. Untuk membedakannya memang tidak mudah, para pakar menggambarkan ketiganya melalui sebuah pertanyaan. Ketika engku ditanya apakah engkau yakin kalau kota mekah itu ada?, sesorang yang mengenyam pendidikan, atau sering kali berinteraksi social, atau menonton televisi, akan menjawab “ya kota Mekah memang ada”, tetapi keyakinanya hanya sebatas pengetahuan, inilah yang dinamai ilmu yakin. Kemudian, datang jawaban kedua, yang menjawab adalah orang yang pernah berangkat haji ke kota Mekkah, dia akan menjawab,” ya saya pernah kesana, saya yakin kota Mekah memang ada”. Keyakinan ini dinamai ainul yakin, setingkat lebih tinggi dibandingkan ilmu yakin. Kemudian ada lagi jawaban yang ke-tiga,yang diucapkan oleh orang yang pernah tinggal lama disana, dan lahir di kota Mekah..orang ini mengetahui betul seluk beluk kota mekah, lorong-demi lorong…dan tempat demi tempat, keyakinan inilah yang dinamai dengan Ainul yakin.
Perasaan khawatir ini harus selalu muncul, hingga kita mencapai pulau harapan, mencapai haq yakin. Kita harus senantiasa belajar, dan memperbaiki diri melalui mempelajari Alquran dan Hadist. Sebagaimana pesan nabi di khutbah terakhir beliau,,”Aku tinggalkan dua perkara, yang apabila kalian berpegang teguh padanya kalian tidak akan tersesat yaitu Alquran dan Hadist. Demikian pesan nabi kepada kaum muslimin.

Walloh wa’lam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: